Tren Event 2026, Event Organizer Wajib Tahu dan Terapkan - Watermark | PT. Sinematik Anak Bangsa
20896
post-template-default,single,single-post,postid-20896,single-format-standard,theme-bridge,bridge-core-3.0.1,woocommerce-no-js,qodef-qi--no-touch,qi-addons-for-elementor-1.5.5,qode-page-transition-enabled,ajax_fade,page_not_loaded,,side_area_uncovered_from_content,columns-4,qode-theme-ver-28.6,qode-theme-bridge,wpb-js-composer js-comp-ver-6.7.0,vc_responsive,elementor-default,elementor-kit-457

Tren Event 2026, Event Organizer Wajib Tahu dan Terapkan

Tren Event 2026, Event Organizer Wajib Tahu dan Terapkan

Industri MICE  (Meetings, Incentives, Conferences, Exhibitions) di Indonesia terus mengalami kenaikan. Sepanjang 2025 ada lebih dari 130 event terselenggara yang melibatkan event organizer, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan perusahaan swasta dengan perputaran ekonomi lebih dari Rp 12 triliun.

Tren ini diprediksi akan berlanjut di 2026, industri MICE menjadi bagian penting dari pertumbuhan ekonomi Indonesia. Karena itu di 2026 ini kemungkinan adalah lebih banyak pekerja kreatif atau EO baru yang hadir meramikan event MICE di Indonesia.

Tren MICE 2026, Smart Venue Jadi Idola Baru Event Organizer

Bagi mereka yang ingin bergabung dalam industri ini, salah satunya event organizer wajib hukumnya mengerti bagaimana tren yang akan berlangsung sepanjang 2026. Ditahun ini baik brand maupun peserta tidak lagi fokus pada besarnya acara, mereka menginginkan pengalaman yang lebih real.

Berikut beberapa hal yang diprediksi akan menjadi tren pada event MICE 2026:

1. Event Hybrid Menjadi Format Acara Standar

Saat virus Covid 19 melanda dunia, “hybrid” terasa seperti solusi darurat bagi para pebisnis yang ingin mengadakan pertemuan besar. Masa-masa itu sudah lama berlalu. Pada tahun 2026, pengaturan hybrid justru menjadi format acara standar dan dirancang dengan cermat, acara dirancang secara hybrid sejak awal.

Hal yang harus diperhatikan saat membuat event hybrid antara lain:

-Pengalaman streaming yang dibangun untuk menghasilkan siaran berkulitas

-Alat obrolan yang memungkinkan peserta virtual mengajukan pertanyaan dan merasa terlibat seperti mereka yang berada di ruangan

-Jaringan berbasis AI yang mengarahkan orang ke percakapan langsung

-Tim produksi di lokasi yang beroperasi bersama spesialis digital

-Kekuatan hybrid adalah jangkauan, tetapi kekuatan sebenarnya adalah fleksibilitas.

2. Acara yang Lebih Personal

Sepanjang 2025, berbagai event yang menyasar sebuah komunitas selalu menjadi daya tarik. Hal ini masih akan terjadi pada 2026. Di tahun ini audiens profesional menginginkan agenda yang terfokus, koneksi yang lebih dekat dan konten yang relevan dengan minat mereka.

Inilah yang menjadi tantangan besar bagi event organizer dan brand. Bagiaman membuat event dengan audiens 1000 peserta namun tetap terasa seperti sebuah event yang hanya dipersembahan untuk satu orang. Pengetahuan mengenai data menjadi penting.

Sebab, personalisasi ini hanya bisa diwujudkan jika kita mampu mengumpukan data peserta dengan baik, seperti hobi, rentang usia, gender hingga pekerjaan.

3. Audio Spasial Beralih dari Niche Menjadi Tren

Sebagian besar orang masih belum pernah merasakan pengaturan audio spasial 360° yang sesungguhnya, dan ketika mereka merasakannya, mereka sering bertanya-tanya mengapa suara lain tiba-tiba terdengar datar.

Sederhananya, audio spasial adalah sistem yang memposisikan suara dalam ruang tiga dimensi, sehingga audio tampak datang dari sekitar, atas, dan belakang Anda, bukan hanya dari dua speaker di depan Anda. Ini bukan hanya lebih keras atau lebih jernih; ini imersif, membuat musik, presentasi, atau lanskap suara terasa lebih alami dan lebih menarik secara emosional.

Saat ini ada tempat event organizer yang menggunakan sistem ini untuk menciptakan lingkungan yang sepenuhnya imersif untuk segala hal, . Untuk acara perusahaan, ini dapat mengubah pengalaman: peluncuran produk terasa lebih dinamis, pidato utama lebih memikat, dan sesi networking lebih bersemangat. Audio spasial dapat secara halus mengarahkan perhatian, menggarisbawahi pesan, atau bahkan menciptakan rasa kehadiran bagi audiens hibrida atau jarak jauh, membuat mereka merasa menjadi bagian dari ruangan meskipun mereka mendengarkan dari jarak bermil-mil.

Seiring semakin banyaknya tempat acara berukuran sedang yang mengadopsi konfigurasi spasial, pengaturan stereo tradisional akan terasa semakin ketinggalan zaman, dan event organizer yang menggunakan audio spasial sejak dini akan memberikan pengalaman yang benar-benar diingat oleh para peserta.

4. Smart Venue Jadi Idola

Smart venue tadinya hanya sebatas obrolan para pemilik bisnis event organizer. Setidaknya sebuah gedung dikatakan smart venue jika memiliki beberapa hal ini:

-Pencahayaan LED hemat energi dan layar ultra-piksel sempit membuat gebrakan di arena dan galeri

-Dasbor gedung real-time yang menghubungkan pencahayaan, HVAC, audio, tampilan, bahkan arus pengunjung

-Masuk biometrik mengurangi antrean dan meningkatkan keamanan

-5G slicing mendukung tayangan ulang, jajak pendapat langsung, dan overlay AR

5. Kenyamanan sebagai Prinsip Desain

Audien yang menghadiri sebuah event kini semakin selektif memilih. Tidak hanya ingin mengikuti acara yang menurut mereka materinya begitu penting. Namun juga harus dibarengi dengan ruang yang nyaman sehingga peserta tetap nyaman duduk berlama-lama dalam sebuah ruangan.

Ruang hobi, katering sehat dan ruangan dengan ventilasi baik bukan lagi menjadi sebuah dukungan daam event. Namun justru menjadi bagian dari persamaan nilai para peserta. Penyelenggara acara kini harus berlomba menyajikan kuliner terbaik dan tempat ternyaman untuk meninggalkan kesan baik bagi para peserta.

No Comments

Post A Comment

Connect to WTM Team
Need help? Chat with Us...
Start A Conversation.
Hi! Click one of our member below to chat on Whatsapp.